Fantastis! Lembaga ini Punya Dana Euro 89.5 Triliun Untuk Bayarkan Utang Rakyat Indonesia

Jumpa pers UN Swissindo Sulsel menghadirkan General Deputy UN Swissindo Sulsel La Ceni Kalean (kedua dari kiri) dan Sekretaris Jenderal UN Swissindo Muhammad Akmal (kedua dari kanan), berlangsung di Warkop Phoenam Panakkukang, Rabu 27 Juli 2016 / Andini Ristyaningrum
Jumpa pers UN Swissindo Sulsel menghadirkan General Deputy UN Swissindo Sulsel La Ceni Kalean (kedua dari kiri) dan Sekretaris Jenderal UN Swissindo Muhammad Akmal (kedua dari kanan), berlangsung di Warkop Phoenam Panakkukang, Rabu 27 Juli 2016 / Andini Ristyaningrum
Makassar. Salah satu lembaga dunia UN Swissindo mengaku memiliki dana yang besar untuk membayar utang-utang rakyat Indonesia di sejumlah perbankan dan lembaga pendanan atau leasing. Pihak UN Swissindo mengklaim mempunyai dana sebesar Euro 89,5 triliun yang disebut akan di bayarkan pada perbankan yang bersangkutan.
UN Swissindo akan membayarkan utang-utang tersebut di 25 negara, termasuk di Indonesia. General Deputy UN Swissindo Sulawesi Selatan, La Ceni Kalean, mengatakan utang-utang rakyat Indonesia akan dibayarkan di perbankan maupun leasing jika memiliki dokumen resmi yang diserahkan kepada UN Swissindo.
“UN Swissindo menghimbau kepada rakyat indonesia untuk tidak lagi membayar utang-utang mereka karena sudah dibayarkan oleh UN Swissindo,” kata La Ceni pada acara jumpa pers yang berlangsung di warkop Phoenam Panakkukang Jalan Boulevard, Rabu 27 Juli 2016. Ia menambahkan kisaran utang yang akan dibayarkan hingga besaran Rp 2 miliar untuk setiap orangnya.
La Ceni Kalean juga menjelaskan bahwa, dengan adanya Un Swission maka utang-utang rakyat Indonesia sejak 2014 ke bawah dianggap sudah lunas karena sudah ada pembayaran di Bank Indonesia oleh lembaga international ini.
Ia bahkan menyebutkan di Sulsel untuk wilayah Makassar sendiri ada sekitar 100 nasabah yang sudah dibantu untuk dibayarkan utangnya ke perbankan maupun leasing. “Untuk proses pelunasan para nasabah memberikan bukti dokumen berupa fotokopi KTP dan dokumen kredit di bank bersangkutan,” jelas La Ceni Kalean.
Ada enam bank yang dijadikan agunan pinjaman terkait prime di Indonesia. La Ceni Kalean menyebutkan bank itu di antaranya, BCA, BRI, BNI, Mandiri, Danamon, CIMB Niaga, dan beberapa leasing.
Sumber : makassarterkini.com

1 komentar:

uups boleh dong gabung

Reply

Posting Komentar

Back to top